Sakit? Silakan Berguru Pada Kucing

Dluvux Blog - Sakit? Silakan Berguru Pada Kucing
Via kampoengkoecing


Dluvux Blog - Setiap orang tentu punya solusi dan penanganan tersendiri ketika jatuh sakit secara tiba-tiba. Artikel ini diambil dari jawaban seirang ustad dari situs islampos yang mempunyai 8 ekor kucing dan selalu diamati gerak-geriknya. termasuk jika sedang sakit.

Ustad tersebut mengamati kucing di rumah yang kebetulan sedang sakit parah. Kucing ini dipelihara dan ditempatkan di tempat khusus. Pada waktu itu, sebut saja nama si kucing adalah Edwar, yang asalnya sangat lincah, tiba-tiba jadi pendiam dan berbaring tidur selama berhari-hari. Kalaupun dia bergerak, sedikit sekali. Edwar hanya sesekali menghirup udara segar dan menggerak-gerakkan badannya agar tidak kaku.

Baca juga : Cara Cuci Ginjal Alami

Pada waktu itu berkali-kali dia muntah dengan bau yang cukup menyengat. Pertama kali memelihara kucing, saya merasa kasihan dan coba memberinya susu. Tapi sedikit pun susu itu tidak disentuhnya sampai akhirnya dibuang karena memang sudah basi.

Lalu saya coba memberinya air dan dia mencicipinya sedikit-sedikit. Setelah beberapa hari, kucing itu tidak makan dan hanya berbaring lemas dan kadang menjilati bagian-bagian tubuh tertentu dengan air ludahnya, sambil sesekali jalan perlahan keluar.

Badan kucing itu semakin kurus tapi sorot matanya tetap tajam dan menunjukkan tanda-tanda untuk bisa cepat sembuh kembali.

Lalu setelah kucing itu tidak muntah lagi, dia mulai mencari-cari makanan. Kemudian diberikan daging kemasan khusus makanan kucing, tapi tidak juga dimakannya. Daging yang diberikan hanya dijilati dan diciumnya lalu ditinggalkannya. Lalu saya diberikan dia susu lagi, dia mulai menjilatinya sedikit-sedikit secara perlahan.

Lalu sekitar 25 % susu yang dijilatinya masuk ke mulutnya, setelah itu dia tinggalkan dan kembali lagi berbaring. Keesokan harinya diberikan lagi dia susu. Lalu dijilatinya lebih cepat, hampir 75%-nya habis diminumnya. Lalu keesokan harinya dicoba diberi dia daging, sekarang Edwar mulai memakannya secara perlahan, dan mengunyahnya cukup lama. Separuh dari yang disajikan habis dia makan.

Hari berikutnya dia sudah kembali lincah dan menunjukkan energinya kalau kucing itu sudah benar-benar sehat seperti pada awalnya yang sangat suka berlari dan meloncat.

Dari pengamatan tersebut, kita bisa ambil banyak sekali pelajaran yang sudah dilupakan oleh masyarakat modern bahwa banyak obat yang diberikan pada tubuh dengan dasar asal cepat meredam gejala penyakit, tanpa peduli pada risiko dan efek samping pada tubuh dalam jangka panjang.

Kita takut dan sangat cemas ketika berat badan dan selera makan anak kita menurun ketika sakit, padahal itu semua reaksi positif tubuh. Bila kita berobat lalu disibukkan dengan terus mengonsumsi obat anti mual (ketika mual) dan berbagai vitamin nafsu makan ketika sakit.

Inilah ketidaktahuan kita akan bahasa tubuh yang membuat kita lupa kalau gejala-gejala itu bagian dari reaksi positif tubuh dalam memberikan informasi ketika tubuh sakit. Kalau seekor kucing yang lugu dan tidak pernah masuk sekolah atau ikut seminar kesehatan, bisa lebih bijak dan memahami bahasa tubuhnya lebih baik daripada manusia, maka banyak sekali pelajaran darinya. Salam sehat, berkah untuk semua.


SUMBER : islampos

tag : kucing, sakit, susu, kesehatan

0 comments:

Posting Komentar